Sejarah dimsum bermula dari daerah selatan
Tiongkok, khususnya daerah Guangdong dan Hong Kong. Asal-usul dimsum bisa ditelusuri hingga
sekitar 2.000 tahun yang lalu, dimana pada awalnya dimsum merupakan makanan
yang disajikan sebagai camilan atau sarapan di kedai-kedai teh yang populer di
daerah selatan Tiongkok.
Kata "dimsum" sendiri memiliki
arti "makanan kecil yang memuaskan hati" dalam bahasa Kanton.
Hidangan dimsum terdiri dari berbagai macam jenis seperti bakpao, siomay,
hakau, pangsit, lumpia, dan masih banyak lagi. Setiap hidangan dimsum memiliki
rasa, tekstur, dan cara penyajian yang berbeda-beda.
Awalnya, dimsum disajikan dalam keranjang
bambu yang dikenal dengan sebutan "cheung fun" atau "cheong
fun", kemudian disantap bersama dengan teh panas. Oleh karena itu, di
Tiongkok, makan dimsum juga sering disebut sebagai "yum cha", yang
berarti "minum teh". Seiring dengan perkembangan zaman dan migrasi
masyarakat Tionghoa ke berbagai belahan dunia, dimsum pun menjadi semakin populer
di luar Tiongkok, termasuk di Indonesia.
Kini, dimsum telah menjadi salah satu hidangan yang populer di banyak negara di seluruh dunia, dan variasinya telah berkembang sesuai dengan selera lokal di masing-masing daerah.
Referensi :
Dimsum, Hidangan
khas Tionghoa yang Populer di Indonesia. Diperoleh 19 September 2024. https://www.rri.co.id/kuliner/619202/dimsum-hidangan-khas-tionghoa-yang-populer-di-indonesia#:~:text=Sejarah%20dimsum%20bermula%20dari%20daerah,populer%20di%20daerah%20selatan%20Tiongkok









